Pelayanan Buka 24 Jam, Hari Libur Tetap Buka
Beranda » Sold Out » Keris HB Pamor Melati Rinonce

Keris HB Pamor Melati Rinonce

Ditambahkan pada: 27 November 2015 / Kategori: Sold Out
STOK HABIS
Kode : -
Berat : 0.5 kg
Stok : Habis
Dilihat : 751 kali
Review : Belum ada review
Maaf, stock habis!
Produk ini tidak tersedia lagi (tidak dapat diorder).

Bagikan informasi tentang Keris HB Pamor Melati Rinonce kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Keris HB Pamor Melati Rinonce

Nama Pusaka : Keris Hamengku Buwono Pamor Melati Rinonce
Dapur / Bentuk : Tilam Upih
Pamor / Lambang / Filosofi : Melati Rinonce
Tangguh / Era Pembuatan / Estimasi : Kerajaan Hamengku Buwono V.
Tahun Pembuatan : Abad 18
Model Bilah Pusaka : Lurus
Panjang Bilah-Pesi : 35,6 CM
Panjang Seluruh Keris : 40,6 CM
Asal Usul Pusaka : Sahabat Keraton Surakarta
Warangka Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo Nginden (Warangka Spesial)
Garansi Kami : Pusaka Dijamin Kuno / Sepuh.
Yoni / Tuah / Khasiat :
Pamor Melati Rinonce. Bentuknya mirip pamor Rante tetapi umumnya bulatannya lebih kecil dan tidak berlubang. Bulatan itu berupa pusaran pusaran mirip dengan pamor Udan Mas tetapi lebih besar. Tuahnya mencari jalan rejeki dan menumpuk kekayaan, mudah dalam pergaulan, pamor ini tidak memilih dan bisa dimiliki siapa saja.
Keris Tangguh Hamengku Buwono (H.B.) Sangat baik untuk kesuksesan semua bidang terutama dalam Meraih Jabatan Kekuasaan, Memenangkan Tender, Kemajuan Usaha, Menanjakan Karir, Pengasihan dan Pemikat Tingkat Tinggi, Kawibawaah Maha Raja, disegani bawahan, pimipinan dan semua lapisan masyarakat, menarik daya simpati masyarakat, pagar diri dari segala macam gangguan gaib.

Keterangan Tambahan : Keris Pamor melati Rinonce tangguh Hamengku Buwono sangat langka. Jenis warangka merupakan kayu idaman penggemar Keris Pusaka. Keris ini sangat berat, lebih berat dari keris standar umumnya.

Riwayat Sri Sultan Hamengku Buwono V.
Nama asli Sri Sultan Hamengkubuwana V adalah Raden Mas Gathot Menol, putra Hamengkubuwana IV yang lahir pada tanggal 24 januari 1820. Sewaktu dewasa ia bergelar Pangeran Mangkubumi. Ia juga pernah mendapat pangkat Letnan Kolonel tahun 1839 dan Kolonel tahun 1847 dari pemerintah Hindia Belanda. Melihat tahun pemerintahannya dimulai tahun 1823 sedang lahirnya adalah tahun 1820 maka Sultan Hamengku Buwono V waktu permulaan bertahta berumur 3 (dua) tahun.
Hamengkubuwana V sendiri mendekatkan hubungan Keraton Yogyakarta dengan pemerintahan Hindia-Belanda yang berada di bawah Kerajaan Belanda, untuk melakukan taktik perang pasif, dimana ia menginginkan perlawanan tanpa pertumpahan darah. Sri Sultan Hamengkubuwana V mengharapkan dengan dekatnya pihak keraton Yogyakarta dengan pemerintahan Belanda akan ada kerjasama yang saling menguntungkan antara pihak keraton dan Belanda, sehingga kesejahteraan dan keamanan rakyat Yogyakarta dapat terpelihara.
Kebijakan Hamengkubuwana V tersebut ditanggapi dengan tentangan oleh beberapa kanjeng abdi dalem dan adik Sultan HB V sendiri, yaitu Raden Mas mustojo (nantinya Hamengkubuwana VI). Mereka menganggap tindakan Sultan HB V adalah tindakan yang mempermalukan Keraton Yogyakarta sebagai pengecut, sehingga dukungan terhadap Sultan Hamengkubuwana V pun berkurang dan banyak yang memihak adik sultan untuk menggantikan Sultan dengan Raden mas mustojo Keadaan semakin menguntungkan Raden Mas mustojo setelah ia berhasil mempersunting putri Kesultanan Brunai dan menjalin ikatan persaudaraan dengan Kesultanan Brunai. Kekuasaan Sultan Hamengkubuwana V semakin terpojok setelah timbul konflik di dalam tubuh keraton yang melibatkan istri ke-5 Sultan sendiri, Kanjeng Mas Hemawati. Sri Sultan Hamengkubuwana V hanya mendapatkan dukungan dari rakyat yang merasakan pemerintahan yang aman dan tenteram selama masa pemerintahannya.
Sri Sultan Hamengkubuwana V wafat pada tahun 1855 dalam sebuah peristiwa yang hanya sedikit diketahui orang, peristiwa itu dikenal dengan wereng saketi tresno (“wafat oleh yang dicinta”), Sri Sultan meninggal setelah ditikam oleh istri ke-5-nya, yaitu Kanjeng Mas Hemawati, yang sampai sekarang tidak diketahui apa penyebab istrinya berani membunuh Sri Sultan suaminya.
Tidak lama setelah Sultan Hamengkubuwana V meninggal, tiga bulan kemudian permaisuri Sri Sultan Hamengkubuwana V pun meninggal setelah jatuh sakit semenjak suaminya meninggal. dan sultan digantikan oleh adiknya raden mas Mustojo.

Hubungi Kami di :
BlackBerry: 2B1 88008
Phone :+6285 2939 88885
Sms : +6285 2939 88885
WhatsApp : +6285 2939 88885
Line : pusakadunia
WeChat : pusakadunia
Instagram : pusakadunia

Produk Terkait Keris HB Pamor Melati Rinonce

STOK HABIS
Keris Kanjeng Kyai Lar Singa
Rp 2.500.000
Habis
STOK HABIS
Keris Pusaka Naga Sasra Mahal Jual Murah
Rp 950.000
Habis
Kode: P2602
STOK HABIS
Keris Udan Mas Asli Kerajaan Pajajaran
Rp 29.000.000
Habis

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami.

Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan