Pelayanan Buka 24 Jam, Hari Libur Tetap Buka
Beranda » Keris Kuno » Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti

Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti

Ditambahkan pada: 18 Juli 2017 / Kategori: Keris Kuno, Keris Lurus
Kode : P4718
Berat : 1.5 kg
Stok : Ready Stock
Dilihat : 162 kali
Review : Belum ada review
Rp 3.250.000
Cara Order How to Order!
Pesan melalui SMS? Klik SMS

Bagikan informasi tentang Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti

Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti

Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti adalah Keris pusaka kuno dengan bentuk dapur lar ngatap dan merupakan keris pusaka langka. Keris pusaka seperti ini sangat jarang sekali untuk didapatkan. Ditambah lagi keris ini sudah diberikan sandangan keris dengan bahan kayu timoho yang semakin menjadikan keris tersebut lebih gagah dan terkesan garang.

Keris Pusaka Ki Ageng mageti sendiri memiliki kesan yang wingit dan dedeg keris tersebut sangat gagah sekali. Keris ini diperkirakan pembuatannya pada tahun 1650 an atau di kisaran abad 16. Keris Ki Ageng Mageti Memiliki power yang kuat dan bilah pusakanya tebal gagah serta berbobot. Keris ini termasuk golongan keris kuno yang termasuk utuh bilah serta pamornya yang semakin menjadikan keris pusaka tersebut semakin gagah dan berwibawa. Konon dalam perjalanan kerajaan mageti, keris pusaka ini menjadi simbol sebagai salah satu keris andalan pada jaman dahulu.

Khasiat Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti

Keris Kuno Ki Ageng Mageti mempunyai khasiat Insya Allah untuk Ketentraman dan kebahagiaan bagi pemiliknya. Memudahkan mencari jalan rejeki. Mudah mencapai kekayaan, harta melimpah, hidup serba kecukupan, dijauhkan dari kegagalan usaha. Mudah mencapai jabatan sesuai harapan. Memudahkan mempengaruhi orang banyak. Meningkatkan derajat dihadapan siapapun. Mudah bergaul pada siapa saja dan dari golongan manapun. Sangat mudah mencari banyak relasi. Dicintai banyak relasi dan lawan jenis. Sebagai tolak balak yang sangat ampuh.

Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti

Nama Dapur / Bentuk Keris ini : Lar Ngatap
Nama Pamor / Lambang / Filosofi : Beras Wutah
Bentuk Pamor Keris Beras Wutah atau disebut juga Wos Wutah yang dalam bahasa Indonesia Beras Tumpah, bentuknya tidak teratur tetapi tetap indah dan umumnya tersebar di permukaan bilah. Ada yang berpendapat pamor ini pamor gagal, saat si empu ingin membuat sesuatu pamor tetapi gagal maka jadilah Wos Wutah. Tetapi hal itu dibantah beberapa empu dan ternyata pamor wos wutah memang sengaja dibuat serta termasuk pamor tiban (terbentuknya pamor karena hal gaib / wahyu Sang Pencipta).
Tangguh / Estimasi : Kerajaan Mageti
Tahun Pembuatan : Abad 16
Model Bilah Pusaka : Lurus
Panjang Bilah-Gonjo Keris : 37,2 CM
Panjang Seluruh Keris : 45,1 CM
Asal Usul Pusaka : Warisan Kerajaan Mageti.
Kode Produk Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti : P4718
Warangka Gayaman Surakarta Kayu Timoho Lamen.
Garansi Kami : Pusaka Dijamin Kuno / Sepuh.
Foto Keris Asli Tanpa Editan, Dijamin & Garansi Keris Sama Dengan di Foto.
Stok produk/barang ini : Hanya 1 Buah.

Sejarah Mageti

Berawal dari Cikal Bakal Magetan Bernama Ki Ageng Mageti. Akhir tahun 1650 hiduplah di desa Gandong kidul (sekitar alun-alun sekarang) seorang cikal bakal Magetan bernama Ki Ageng Mageti. Desa ini masih sangat kecil, penduduknya belum banyak, untuk memperluas wilayah ini, Ki Ageng Mageti mengajak Ki Buyut Suro (Buyut adalah gelar jaman kuno buat lurah/kepala desa) . Untuk memperluas wilayah ini, penduduk laki-laki di kerahkan membabat hutan, untuk dijadikan sawah dan pemukiman. Berbulan-bulan berjalan dengan lancar tanpa rintangan yang berarti.

Melemahnya Kerajaan Mataram

Awal mulanya Pada tahun 1646 Sultan Amangkurat I mengadakan perjanjian dengan VOC, sehingga VOC dapat memperkuat diri karena bebas dari serangan Mataram, bahkan pengaruh VOC dapat leluasa masuk Mataram. Kerajaan Mataram menjadi semakin lemah, pelayaran perdagangan menjadi dibatasi tidak diperbolehkan melakukan pelayaran ke pulau Banda, Ambon dan Ternate.

Peristiwa tersebut menyebabkan tumbuhnya tanggapan yang negatif terhadap Sultan Amangkurat I di kalangan keraton, terutama pihak oposisi, termasuk putranya sendiri yaitu Adipati Anom yang kelak bergelar Amangkurat II.

Pengasingan Basah Gondokusumo

Dalam suasana seperti itu kerabat keraton Mataram yang bernama Basah Bibit atau Basah Gondokusumo dan patih Mataram yang bernama pangeran Nrang Kusumo dituduh bersekutu dengan para ulama yang beroposisi dan menentang kebijaksanaan Sultan Amangkurat I. Atas tuduhan tersebut Basah Gondokusumo diasingkan ke Gedong Kuning Semarang selama 40 hari ditempat kediaman Kakek beliau yang bernama Basah Suryaningrat.

Dalam pengasingan tersebut Basah Gondokusumo mendapat nasehat dari kakeknya, yaitu Basah Suryaningrat dan kemudian beliau berdua menyingkir ke daerah sebelah timur gunung Lawu. Beliau berdua memilih tempat ini karena menerima berita bahwa di sebelah timur gunung Lawu sedang diadakan babad hutan. Babad hutan ini dilaksanakan oleh seorang yang bernama Ki Buyut Suro, yang kemudian bergelar Ki Ageng Getas. Pelaksanaan babad hutan ini atas dasar perintah Ki Ageng Mageti sebagai cikal bakal daerah tersebut.

Pertemuan Dengan Ki Ageng Mageti

Untuk mendapatkan sebidang tanah untuk bermukim di sebelah timur gunung Lawu itu, Basah Suryaningrat dan Basah Gondokusumo menemui Ki Ageng Mageti di tempat kediamannya yaitu dukuh Gandong Kidul (Gandong Selatan), tempatnya di sekitar alun-alun kota Magetan dengan perantaraan Ki Ageng Getas. Hasil dari pertemuan ini Basah Suryaningrat diberi sebidang tanah disebelah utara sungai gandong, tepatnya di desa Tambran Kecamatan kota Magetan sekarang. Peristiwa ini terjadi setelah melalui suatu perdebatan yang sengit antara Ki Ageng Mageti dengan Basah Suryaningrat. Lewat perdebatan ini Ki Ageng Mageti mengetahui bahwa Basah Suryaningrat bukan saja kerabat keraton Mataram, melainkan sesepuh Mataram yang memerlukan pengayoman. Karena itu akhirnya Ki Ageng Mageti mempersembahkan seluruh tanah miliknya sebagai bukti kesetiannya terhadap Mataram.

Penamaan Mageti

Setelah Basah Suryaningrat menerima tanah persembahan dari Ki Ageng Mageti itu sekaligus mewisuda cucunya yaitu Basah Gondokusumo menjadi penguasa di tempat baru itu dengan gelar Yosonegoro yang kemudian dikenal sebagai Bupati Yosonegoro. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 12 Oktober 1675. Basah Suryaningrat dan Basah Gondokusumo merasa sangat besar hatinya, karena telah mendapatkan persembahan tanah yang berwujud suatu wilayah yang cukup luas dan penuh dengan perhitungan strategis, juga mendapatkan sahabat yang dapat diandalkan kesetiannya, yaitu Ki Ageng Mageti. Itulah sebabnya tanah baru itu diberi nama Magetian, dan akhirnya berubah nama menjadi Magetan.

Hubungi Kami di :
PIN BBM : PUSAKA
Telephone : +6281 222 886 456
Sms : +6285 2939 88885
WhatsApp : +6285 2939 88885
Line : pusakadunia
WeChat : pusakadunia
Instagram : pusakadunia

Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti

Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti ini bisa dimiliki oleh Penggemar Keris Pusaka yang mengutamakan khasiat dan isi bertuah didalamnya.

Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti ini bisa dimiliki oleh aktivis pemelihara Budaya Tosan Aji yang mengutamakan Keindahan Barang Antik Warisan Bangsa yang patut dipelihara dan dijaga demi melestarikan Cagar Budaya Indonesia.

Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti ini bisa dimiliki oleh Pecinta dan Penggemar Tosan Aji yang mempertimbangkan keduanya, baik dari segi Khasiat Keris Pusaka maupun sebagai Barang Antik yang harus dijaga dan dilestarikan.

 

Keris Pusaka:

  • https://www kerispusaka com/keris-pusaka-kuno-ki-ageng-mageti/
  • keris mageti
  • keris pasopati mageti
  • legenda ki mageti dan ular

Produk Terkait Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti

Customer review dinonaktifkan: Keris Pusaka Kuno Ki Ageng Mageti

Maaf, form customer review dinonaktifkan untuk produk ini

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami.

Keris Luk 27 Yang Jarang Ada
Rp 475.000
Ready Stock
Kode: P7732
OFF 61%
Keris Pusaka Naga Sasra Raksasa Terbesar & Terpanjang
Rp 17.500.000 Rp 45.000.000
Ready Stock
Kode: P7388
Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan