Pelayanan Buka 24 Jam, Hari Libur Tetap Buka
Beranda » Sold Out » Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali

Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali

Ditambahkan pada: 19 Mei 2018 / Kategori: Sold Out
STOK HABIS
Kode : P9173
Berat : 2.5 kg
Stok : Habis
Dilihat : 54 kali
Review : Belum ada review
Maaf, stock habis!
Produk ini tidak tersedia lagi (tidak dapat diorder).

Bagikan informasi tentang Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali

Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali

Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali ini adalah salah satu keris pusaka yang sangat gagah dan wingit. Keris pusaka tersebut memang jarang untuk didapatkan dan termasuk salah satu keris pusaka kuno namun bilahnya tergolong masih utuh. Keris pusaka sengkelat adalah salah satu keris pusaka dengan jumlah luk 13 dan banyak digemari para pecinta keris pusaka. Keris pusaka ini berisikan khodam alami sosok 9 wali yang sudah ada sejak jaman kerajaan mataram dahulu. Diperkirakan keris pusaka ini milik dari patih maupun panglima perang jaman kerajaan mataram. Keris pusaka ini sangat cocok untuk dikoleksi, maka segera miliki keris pusaka tersebut sebelum didahului yang lain.

Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali mempunyai khasiat Insya Allah untuk multi fungsi sesuai niat pemilim kekuatan tuah akan mengikuti perintah dan energinya sangat kuat terutama untuk memudahkan pemilik menjadi penguasa, memuluskan meraih kepemimpinan swasta/politik/pemerintahan/militer, kelancaran meraih jabatan sesuai harapan, kelancaran rejeki mengalir deras tiada kekurangan, mudah mencapai kekayaan berlimpah, kewibawaan bagai raja, dicintai/disayangi bawahan maupun atasan, memudahkan bergaul pada siapa saja, memudahkan mencari relasi, pengasihan pemikat tingkat dewa, membuka mata batin, membangkitkan indera keenam, ditakuti macam macan jin dan siluman, kebal terhadap serangan sihir, mengembalikan serangan sihir seperti santet dan guna-guna, memberikan perlindungan dan keselamatan serta masih banyak manfaat positif lainnya.

Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali

Nama Dapur / Bentuk Keris ini : Sengkelat
Nama Pamor / Lambang / Filosofi : Kulit Semongko
Bentuk Pamor Keris Kulit Semongko
Tangguh / Estimasi : Kerajaan Mataram.
Tahun Pembuatan : Abad 14-16.
Nama Empu : Empu Arya Japan, Empu Ki Guling, Empu Ki Nom, Empu Ki Legi, Empu Ki Umayi, Empu Ki Gede, Empu Ki Mayang, Empu Ki Tundung, Empu Ki Tepas, Empu Ki Mayang, Empu Ki Kalianjir.
Model Bilah Pusaka : Luk 13
Panjang Bilah-Gonjo Keris : 35,8 CM
Panjang Seluruh Keris : 43,2 CM
Asal Usul Pusaka : Warisan Kerajaan Mataram.
Warangka Ladrang Capu Surakarta, Kayu Trembalo Lamen.
Garansi Kami : Pusaka Dijamin Kuno / Sepuh.
Foto Keris Asli Tanpa Editan, Dijamin & Garansi Keris Sama Dengan di Foto.
Stok produk/barang ini : Hanya 1 Buah Saja.
Jika Berminat Dengan Produk Ini Sebutkan Pada Admin Kode Produk : P9173

Sejarah Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali

Ketika Kerajaan  Majapahit mulai surut, hiduplah seorang  empu keris yang sakti mandraguna.
Dia bernama Jaka Supa putra dari  Bupati Empu yang bernama Ki Supadriya.
Jaka Supa adalah seorang  pemuda yang sederhana, namun sangat menyukai tapa brata istilah jawanya adalah “Gentur lelaku prihatin”. Kelak atas perjuangan tapa bratanya, beliau akan menurunkan pusaka pusaka yang hebat dan juga menurunkan empu-empu  pembuat keris yang luar biasa di tanah jawa.
Konon pada suatu ketika, wilayah kerajaan Majapahit dilanda “pagebluk” yang sangat nggegirisi,hingga banyak para kawula (rakyat jelata) yang pagi sakit sore meninggal dan sore sakit paginya meninggal.

Tidak hanya para rakyat jelata, banyak juga beberapa bangsawan, pandita dan sebagainya terserang penyakit  yang sangat misterius ini. Hingga akhirnya kekawatiran Sang Prabu atas nasib penghuni Kraton oleh sebab ganasnya pageblug tersebut terjadi juga, Dyah Ayu Sekar Kedaton  jatuh sakit. Sudah beberapa tabib pinunjul dari penjuru negeri dihadirkan untuk membatu kepulihan sang putri,  namun toh hasilnya selalu nihil. Bahkan kalau malam menjelang , penyakit sang putri kian menjadi jadi.
Untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan, sang prabu menugaskan segenap abdi dalem untuk bergiliran menjaga sang putri, khususnya di malam hari.

Keris Sengkelat Luk 13

Hingga suatu malam,  sampailah giliran jaga itu jatuh pada Tumenggung Supandriya dan Tumenggung Supagati.
Akan tetapi,  karena mereka berdua  ternyata sakit, maka tugas itu diwakilkan kepada anak anak mereka. Jaka Supa putra dari Tumennggung Supandriya dan Majigjo adalah putra dari Tumenggung Supagati.
Sore itu langit agak mendung, disebelah barat semburat sinar matahari tampak kemerahan menyaput mega.
Hingga dari jauh terlihat menakutkan laksana banjir darah siap menerkam majapahit.

Jaka Supa dan Majigja

Mereka (Jaka Supa dan Majigja ) berangkat bersama sama menuju Kraton, ditengah perjalanan tak henti hentinya Majigja menceritakan kerisnya yang indah berlapis emas hasil buatanya sendiri. Keris itu diberinya nama sabuk Inten, sebuah keris yang indah, anggun, berpamor eksotis  dan menyimpan enegi  gaib yang  luar biasa, bahkan sembari bercanda, kadang  Majigja setengah meledek keris buatan Jaka Supa yang diberi nama Kyai Sengkelat itu. Sengkelat memang berbentuk sangat sederhana, dia sangat polos , tak banyak ornamen, ibarat naga dia bagaikan seekor naga yang hitam legam tanpa mahkota. Namun dibalik kesederhanaanya itulah, Sengkelat adalah keris yang pilih tanding.
Sesampai di keputren, mereka berdua langsung mengambil tempat jaga masing masing.

Keris Sengkelat Luk 13

Jaka Supa di sebelah kanan regol, sedangkan Majigja disebelah kiri. Beberapa saat waktu berlalu ,tidak terjadi apa-apa. Namun menjelang tengah malam, tiba tiba angin berdesir agak kencang menebar aura mistis yang menggetarkan hati para prajurit yang ikut menjaga kediaman sang putri, angin itu makin melembut dan melembut, hingga akhirnya banyak prajurit yang kemudian bergelimpangan tak mampu menahan hawa kantuk yang luar biasa.

Munculnya Keris Condong Campur

Tiba-tiba dari arah Gedong pusaka muncul sinar merah kehitaman yang sangat terang benderang, sinar itu naik memanjat langit setinggi  lima pohon kelapa dewasa.Sinar tersebut berpendar pendar ke segala penjuru, menebarkan  hawa teluh atau wabah penyakit yang mengakibatkan pageblug tersebut.
Jaka Supa dan Majigja tak bergeming, ternyata hanya mereka berdua yang masih tersisa dari serangan hawa kantuk tersebut,  mereka meningkatkan kewaspadaan  , setelah mereka cermati ternyata sinar yang menebar teluh tersebut adalah Keris Kyai Condong Campur.
Sabuk Inten yang sedari tadi sudah okrak-okrok pengen keluar dari warangkanya tiba tiba melesat naik ke angkasa, pertempuran condong campur dan sabuk inten tak terelakan lagi, namun sabuk inten memang jauh dibawah condong campur, baru sekitar sepuluh menit sabuk inten dapat dikalahkan dan balik ke warangkanya. Bahkan lambung Sabuk Inten “grimpil” dibagian depan , akibat hantaman Condong Campur.

Jaga Supa tanggap sasmita,

Sengkelat segera dicabut dari warangkanya setelah mendapat restu, keris pusaka tersebut membumbung tinggi ke angkasa, pertempuran terjadi sangat sengit sekali, desak mendesak dan serang menyerang.
Setelah hampir subuh condong campur mulai kewalahan hingga akhirnya Sengkelat berhasil mematahkan ujung condong campur satu luk, akhirnya condong campurpun ngibrit ketakutan dan masuk kembali ke gedong pusaka.
Sejak saat itu condong campur tak pernah keluar lagi menebar pageblug,  semenjak saat itu pula Dyah Ayu sekar kedaton berangsur angsur sembuh, dan  atas jasa-jasanya Jaka Supa akhirnya diangkat menjadi Empu Kerajaan kesayangan sang Prabu.
Kelak dari tangannya akan lahir pusaka pusaka hebat yang sampai saat ini dikejar kejar oleh para pecinta keris, dan dari beliau juga akan lahir empu empu hebat penerusnya, keturunan terakhir beliau menurut cerita adalah Empu Djeno Harum Braja dari Ngayugyokarto Hadiningrat.

Berhubungan dengan cerita di atas, simbah selalu berpesan ;

Lee..…. tirunen si sengkelat, dia adalah simbol wong cilik tapi sugih ngelmu“bathok bolu isi madu” paribasane.
Sengkelat orang seneng nuduhake kasudibyane, walau dia sakti, kuat namun sosoknya sangat sederhana, sak anane atau sakmadya.
Menurut simbah Sengkelat menjadi ikon bagi para  kawula alit yang berilmu tinggi.
Konon, kelak dinusantara ini akan muncul sosok pemuda yang sederhana, tapi ketinggian ilmu lahir batinnya luar biasa, dia berasal dari keluarga biasa, yang lebih aneh lagi pemuda tersebut mempunyai pusaka Kanjeng Kyai Sengkelat sebagai tanda bahwa ia adalah pengemban amanat leluhur.
Pemuda tersebut akan berjuang membangun Nusantara menjadi negeri yang aman, adil dan makmur.

Hubungi Kami di :
PIN BBM : PUSAKA
Telephone : +6281 222 886 456
Sms : +6285 2939 88885
WhatsApp : +6285 2939 88885

Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali ini bisa dimiliki oleh Penggemar Keris Pusaka yang mengutamakan khasiat dan isi bertuah didalamnya.

Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali ini bisa dimiliki oleh aktivis pemelihara Budaya Tosan Aji yang mengutamakan Keindahan Barang Antik Warisan Bangsa yang patut dipelihara dan dijaga demi melestarikan Cagar Budaya Indonesia.

Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali ini bisa dimiliki oleh Pecinta dan Penggemar Tosan Aji yang mempertimbangkan keduanya, baik dari segi Khasiat Keris Pusaka maupun sebagai Barang Antik yang harus dijaga dan dilestarikan.

 

Cara Perawatan Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali.

Cara perawatan yang dilakukan tergolong sangatlah mudah, hanya cukup dengan mengoleskan minyak pusaka khusus keris pusaka. Lakukan hal tersebut setiap Malam Jumat Kliwon atau Malam Selasa Kliwon atau Setiap Tanggal Lahir anda (bisa pilih salah satu). Jika anda lupa memberi minyak tidak akan ada efek samping apapun, yang akan terjadi hanya energi dari pusaka menjadi kurang maksimal.

 

Produk Terkait Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali

STOK HABIS
Keris Kyai Sengkelat Luk 13
Rp 3.750.000
Habis
STOK HABIS
Keris Raja Mataram Wahyu Tumurun
Rp 3.750.000
Habis
STOK HABIS
Keris Buntel Mayit Kuno
Rp 4.250.000
Habis

Customer review dinonaktifkan: Keris Sengkelat Khodam Alami 9 Wali

Maaf, form customer review dinonaktifkan untuk produk ini

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami.